Asosiasi Desa Wisata NTT Berkomitmen Bangun Wisata di Mulai Dari Desa

Jakarta - Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Provinsi NTT komitmen membangun wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dari desa. Komitmen itu telah di buktikan Asidewi dengan melakukan pendampingan desa wisata di beberapa kabupaten di NTT salah satunya yaitu Kabupaten Sikka.

Ketua Asidewi Provinsi NTT, Maryanto Koremega kepada media ini menjelaskan, meski sedang dilanda pandemi COVID-19, kegiatan pariwisata tidak diam begitu saja namun tetap berjalan maju dan pada umumnya setelah beberapa daerah di NTT berada pada PPKM Level 2, dunia pariwisata mulai bergeliat.

"Terbukti dengan banyaknya penerbangan yang sudah di buka dan juga banyaknya kunjungan dari wisatawan lokal, kita tidak mesti berharap kunjungan dari luar negeri tetapi kunjungan lokal ini malah membuat ekonomi kita lebih kuat, uang bisa berputar di dalam daerah kita sendiri," ujar General Manajer Hotel Sasando Kupang ini.

Sebagai Asosiasi Desa Wisata, mantan pengelola Nihi Watu Hotel ini menjelaskan bahwa Asidewi mulai melakukan pendampingan beberapa desa wisata yang berpotensi menjadi desa wisata baru selain desa-desa wisata atau desa yang menjual tujuan wisatawan di NTT.

Terkait Pantai Sawengka di Desa Gunung Sari yang menjadi salah satu desa dampingan Asidewi NTT melalui Asidewi Sikka, Maryanto mengatakan potensi wisata pantai Sawengka sangat besar.

"Teluk Maumere sudah terkenal dengan wisata bawah lautnya, kami tergerak untuk datang ke sini bersama-sama dengan Yayasan Pendidikan Islam Nur Wahid untuk mulai konsep wisata ini dari lembaga pendidikan, di mana kita edukasi bagaimana pentingnya wisata.

bagaimana pentingnya lingkungan dari dalam sekolah, walaupun yayasannya Muslim tetapi ini akan menjadi kekuatan baru bahwa dunia pendidikan bisa memulai mengelola pariwisata dan kami berharap dengan pendampingan-pendampingan kami nanti, akan membawa hal positif bagi tempat ini, mereka mencintai desanya sendiri, menemukan potensinya, kemudian mengembangkannya sehingga benefit yang mereka dapat adalah kunjungan wisatawan,"jelas Maryanto.

Selain masalah lingkungan, mantan pengelola Nihi Watu Resort ini juga menjelaskan, Asidewi setelah masyarakat setempat sadar akan kebersihan lingkungan, kearifan-kearifan lokal akan mulai digali kembali dan juga pelatihan-pelatihan sederhana seperti ekonomi kreatif.

Sangat diharapkan bahwa pesan yang disampaikan Asidewi melalui lembaga pendidikan sampai ke masyarakat dan akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan dari lingkungan sekolah ke masyarakat.

Sejauh ini, Asosiasi Desa Wisata Provinsi NTT telah mendampingi beberapa desa wisata di NTT salah satunya yaitu Desa Kojadoi yang selama ini didampingi oleh Ketua Asidewi Kabupaten Sikka, Yohanes Vieney Moa atau yang akrab di sapa Yance Moa.

Selain itu, Wakil Ketua Asidewi Provinsi NTT juga telah melakukan pendampingan di Desa Ui Asa di Pulau Semau. Selain dua desa itu, ada Desa Tematana di Kabupaten Sumba Barat Daya, Desa Liman di Kecamatan Semau.

Sementara itu, Ketua Asidewi Kabupaten Sikka, Yohanes Vieney Moa menjelaskan, hal pertama yang akan dilakukan di Desa Gunung Sari sebagai desa dampingan Asidewi Kabupaten Sikka adalah masalah isu lingkungan melalui Yayasan Pendidikan Islam Nur Wahid.

Melalui lembaga pendidikan ini juga, kata Yance Moa, para pelajar akan dilibatkan sebagai pelaku wisata, pemandu wisata, pelaku ekonomi kreatif. "Kami membangun kemitraan selain dengan pemerintah desa, kami juga ke lembaga pendidikan.

Ini kami anggap potensi wisata yang tersedia di desa ini. Ini suitable, kenapa kami masuk kesini karena kami berupaya untuk mempersiapkan SDM khusus untuk pengembangan pariwisata desanya dan untuk mendorong akselerasi desa wisatanya.

kami mempersiapkan adik-adik ini sejak usia sekolah, mereka juga akan menjadi garda terdepan sebagai pemandu wisata, sebagai pemandu wisata, sebagai pelaku ekonomi kreatif, mereka juga sebagai penyedia kuliner karena ini juga sebagai salah satu upaya kami untuk meregenerasi khusus untuk makanan lokal,"ujar Yance Moa.

Konsep yang akan dibangun yakni merawat identitas Desa Gunung Sari. Terkait isu yang akan menjadi fokus Asidewi Kabupaten Sikka yakni isu sampah plastik atau isu lingkungan. Potensi yang ada di Desa Gunung Sari selain Pantai Sawengka, ada beberapa situs budaya dan sejarah seperti batu tumbuh, gua jepang, taman laut yang menyuguhkan keindahan bawah laut yang sangat spektakuler yang berada di sebelah setelah pulau Pemana.

Dan masih ada beberapa kuliner serta tradisi khas Desa Gunung Sari. Pantai Sawengka sendiri merupakan salah satu destinasi wisata pantai baru di Kabupaten Sikka yang telah dilaunching oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo bertepatan dengan peringata Hari Santri Nasional, Jumad (22/10).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut Tips Cara Memilih Ikan Segar dan Berkualitas Agar Lezat Saat Disantap

Koalisi Arab Saudi Lancarkan Serangan Udara ke Target Militer Pemberontak Houthi di Yaman

Warga Temukan Ban Mobil Yang Terjun ke Jurang Sedalam 50 Meter di Perbatasan Aceh-Sumut